August 2012
4 posts
2 tags
“Kadang aku membisikkan kata itu ke angin. Berharap ia membelaimu dari sisi ini....”
– Angin, ikut menyapa
Aug 4th
4 notes
3 tags
Kenangan dan waktu
Mataku terpejam, sedikit merengek syahdu dialiri buliran - buliran air yang berkaca ketika menyentuh bias. Masih terhirup atmosfer indah di sekitar bulu kudukku, mengingatkan apa yang telah tiada. Kenangan dan waktu. Kaki - kaki ini menerjang dan mencium apa yang dipijaknya, menjustifikasi hubungan di antara keduanya. Kali pertama mereka bertemu dan menyapa, kali pertama juga mereka saling...
Aug 3rd
5 tags
Kontroversi Hati
Tidurku tak nyenyak hari - hari ini. Setiap detik otakku berdetak merundingkan hal - hal yang dihantui rasa ragu. Mau apa lagi, aku tak mampu mengkomando otakku sendiri. Dirinya telah lama gila ditelan oleh kontroversi hati. Iya, kontroversi hati. Menempatkan galaksi diri pada konstelasi yang carut marut dan membenci sinkronisasi. Mau apa lagi, aku hanya mampu menikmati daripada meratapi. Tubuh...
Aug 2nd
4 tags
Bulan dan rindu
Cukup kamu menertawaiku hampir di tiap malam yang temaram, bulan. Jangan permainkan kegundahan rinduku. Naik turun bagaikan interval ombak yang bergumul di lautan seberang. Ya, aku bermain petak umpet dengan rinduku sejenak. Satu dua dan tiga, permainan yang tak pernah menua. Lantas kenapa? Aku bisa saja menertawaimu dengan wajah perajut sendu kepadamu bulan. Menertawai keporosanmu yang hanya...
Aug 2nd
2 notes
April 2012
1 post
3 tags
“Ketika mood mu sedang berada di bagian terbawah dari spektrum mood yang ada,...”
– Titik Hujan Mengeja
Apr 15th
2 notes
January 2012
4 posts
1 tag
“Berani bermain cinta itu, ibarat berani bermain layangan. Bisa terbang jauh,...”
– Titik Hujan Mengeja
Jan 28th
1 note
1 tag
Penerka, Bukan Peramal
Aku bukan peramal. Aku penerka. Menilik setiap kemungkinan, menghirup setiap harapan. Situasi dan kondisi terkadang hanya kedok dari keputusan. Bola - bola kristal itu pun sama sekali tak berkontribusi terhadap terkaanku. Aku bilang, aku penerka, bukan peramal. Setiap ucapanku bukan mantera bukan juga lagu merdu bertahta kepastian. Namun, syairnya ibarat pertanyaan dan pernyataan yang...
Jan 28th
3 tags
“Dear angin… Hembusanmu yang melagu diiringi derap hujan yang berkilauan...”
– Titik Hujan Menerka
Jan 28th
1 tag
“Dear langit… Mengapa harus memasang raut tak menentu seperti berada di...”
– Titik Hujan Menerka
Jan 28th
November 2011
4 posts
2 tags
“Jodoh itu memang di tangan Tuhan. Namun, tanganmu adalah bentuk lain dari kuasa...”
– Mendung, teman titik hujan berkata…
Nov 19th
2 tags
Deru Rindu
Bagaimana jika matahari pagi sudah tak mampu memancarkan benih kebahagiaan. Bagaimana jika hatiku terlarut dalam lubang hitam pada galaksi yang menyesatkan. Aku rapuh, serapuh ranting patah di kala musim gugur. Tak pernah terurai dengan titik hujan yang bersinar yang dulu kamu sediakan. Aku rindu, serindu langit temaram tertutup mendung yang menginginkan gumaman mentari. Hampa terasa, ikatan...
Nov 19th
3 notes
2 tags
“Terkadang ekspektasi itu seperti ekstasi. Membuatmu terbang melayang sesaat....”
– Titik Hujan Berkata
Nov 19th
2 notes
1 tag
“The power of suggestion. Either building you up. Or letting you fall down.”
– Titik Hujan Berkata
Nov 19th
May 2011
12 posts
2 tags
Rindu
Memang semua tak seindah bias senja kala dulu. Namun, setitik rindu ini begitu menyesaki rongga - rongga hati. Tak ada sesal yang tersisa. Hanya harap.
May 19th
2 notes
3 tags
Jumlah Bintang dan Kamu
Kamu tahu? Lukisan senja di atas tumpukan awan yang tersenyum itu seindah kamu. Dan setiap oksigen yang dielukan jejeran pohon - pohon di bawah terik si surya itu sesejuk hembusan napasmu. Dan turunnya hujan bintang di malam hari itu adalah pesan - pesanku. Setiap titiknya adalah salamku. Dan setiap pendarnya adalah hatiku. Kamu tahu? Jumlah bintang - bintang pengantar tidurmu itu? Sama...
May 19th
5 notes
2 tags
“Teman : pegangan di saat hidupmu mengalami guncangan”
– Kata Hujan
May 19th
5 notes
2 tags
Level Selanjutnya di Kehidupan
Dan sampai sekarangpun. Ketika saya sudah resmi lulus dari sekolah. Saya tahu, saya akan rindu. Rindu kawan, lawan, teman, sampai lapangan. Terkadang saya berpikir. Bau khas sekolah ini, tawa dan canda yang saya lotehkan, dan buaian sayang yang saya dapat dari teman - teman. Semuanya tak terganti. Saya senang saya sampai di level selanjutnya dalam kehidupan. Tetapi saya sedih harus...
May 19th
2 notes
2 tags
Cherry Blossom
Bunga - bunga di pohon cherry blossom sudah terasa bersemi. Putih bersih. Mungil namun menawan. Jika kamu mau, coba hirup baunya. Begitu harum, mengalahkan mawar yang sedang semerbak. Kamu tahu? Kamu ibarat bunga - bunga itu. Selalu bersemi, namun terkadang berguguran ketika kamu berubah menjadi cherrynya, buahnya. Terkadang aku ingin mengutukmu - agar menjadi bunga cherry blossom selamanya....
May 19th
7 notes
3 tags
“Dan sungguh, tidak ada kata - kata semulia kata - kata mutiara yang terpencar...”
– Ketika Titik Hujan Berkata
May 19th
8 notes
4 tags
“Kamu tahu, Kenapa setiap pagi aku menanyakan kepada embun tentangmu?...”
– Ketika Titik Hujan Berkata
May 19th
3 notes
2 tags
“Terkadang kita tidak begitu butuh kelebihan. Kita butuh keberanian.”
– Ketika Titik Hujan Berkata
May 19th
1 note
3 tags
Mimpi Seorang Penyanyi di Kotak Hujan
Mungkin saya bukan Mariah Carey yang memiliki suara yang mampu berduel dengan not tinggi. Tapi setidaknya saya tahu bagaimana menyalurkan nada dari kotak suara saya ditambah dengan ingatan liriknya serta sentuhan hati, dan ‘voilla’ tercipta sebuah alunan. Semoga saya bisa merealisasikan lagu dan membacanya dengan suara. Semoga suara saya tidak hanya bereksistensi di kotak hujan, tapi...
May 19th
8 notes
2 tags
Sekilas koran bukan sekilas cinta
Dan ketika kamu mengibaratkan cinta seperti membaca sekilas sebuah koran, maka kamu belum pantas untuk menjalin hubungan. Sebuah hubungan cinta selayaknya membaca sebuah buku dan memahami isinya satu per satu secara mendetail.
May 3rd
1 tag
Strawberry dan Sahabat
Persahabatan itu ibarat memakan semangkuk strawberry dan sesendok gula secara acak. Terkadang asam, manis, bahkan pahit jika ternyata salah satu strawberry itu busuk.
May 3rd
1 note
1 tag
Hujan dan Rindu
Tahukah kamu? Setiap derap titik - titik hujan itu melekat di lantai bumi,bulir air kesedihan ini pun mengalir deras di hati. Setiap alirannya berhias kata rindu.
May 3rd
3 notes